Mencintai masa depan dengan kacamata iman-Masa depan adalah ranahnya ilahi dimana manusia tidak pernah tahu bagaimana jalannya. Perkara masa depan memberikan ruang kepada kita untuk percaya bahwa Allah adalah zat yang Penentu segalanya.
Seperti Nabi Ibrahim yang tetap berjalan meski belum melihat ujung perjalanannya. Tetap berdoa, tetap taat meski waktu terasa panjang dan ujian terasa berat. Belajar dari kisah Ibrahim bahwa mencintai masa depan bukan tentang merisaukan hari esok.
Tapi bagaimana menghadirkan Allah dalam setiap jejak yang kita tapaki setiap harinya. Jadi pribadi yang menyempurnakan ketaatan. Seperti Ibrahim yang menuntaskan setiap ujian dengan hati yang tenang.
Masa depan yang indah dimiliki untuk mereka yang tidak setengah hati pada perintah Allah ta’ala. Jangan jadikan doa sebagai sebatas daftar hajat yang kering. Tapi doa adalah sebuah kebutuhan dimana pada momen itu kita sedang berbincang dengan Rabb semesta alam.
Cintailah aktivitas berdoanya lebih daripada terkabulnya hajat kita. Ibrahim menunggu ribuan tahun agar doanya berubah menjadi rahmat semesta. Maka berlajarlah untuk tidak tergesa-gesa pada takdir. Kembalikan setiap nikmat pada Sang Pemilik, jangan biarkan bibit kesombongan tumbuh hari ini. agar masa depanmu tetap Allah lindungi dari segala dengki.
Mulai hiasi dirimu dengan sifat santun pemaaf. Karena kebahagiaan pun enggan singgah pada jiwa yang tersesak dendam. Mencintai masa dengan adalah dengan menjadi ha
Karena yang menenangkan hati bukan kepastian tentang esok hari, tetapi keyakinan bahwa Allah selalu membersamai langkah hari ini. Barangkali masa depan terbaik bukan tentang semua impian yang terwujud. Namun tentang hati yang tetap lembut, doa yang tetap hidup, dan iman kokoh sepanjang perjalanan takdir.mba yang paling tenang dalam dekapan takdir Allah ta’ala hari ini.